Berbagai laporan dari daerah, termasuk wilayah terpencil, kini dapat diterima secara langsung dan ditindaklanjuti dalam waktu yang relatif singkat.
“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” kata Presiden.
Meski mengakui besarnya manfaat teknologi, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa setiap kemajuan ilmu pengetahuan juga memiliki sisi yang berpotensi membahayakan apabila digunakan tanpa tanggung jawab.
Ia mencontohkan teknologi nuklir yang mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, namun pada saat yang sama juga dapat menjadi senjata yang menghancurkan peradaban jika disalahgunakan.
“Tapi kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di suatu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” tuturnya.
Presiden juga menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk munculnya teknologi agent AI yang dinilai akan membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus dipahami secara mendalam oleh kalangan akademisi agar Indonesia mampu memanfaatkan teknologi sekaligus mengantisipasi berbagai risikonya.
Karena itu, Presiden mendorong para guru besar dan profesor untuk terus memperluas penelitian serta kajian mengenai perkembangan AI dan teknologi masa depan.

















































Discussion about this post