“Saya kira banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah, sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita,” ucap Presiden.
Presiden menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Ia bahkan meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu lumbung pangan dunia apabila kemajuan tersebut terus dijaga secara berkelanjutan.
“Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Kita bisa bantu banyak negara. Tapi intinya sekarang kita bersyukur, kita jaga. Ini tidak boleh fenomena satu tahun, dua tahun, harus sistem yang berkelanjutan. Petani kita harus hidup dengan baik, teknologi harus kita belajar secepat mungkin,” tuturnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa strategi pembangunan sektor pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kualitas dan diversifikasi komoditas melalui intensifikasi, ekstensifikasi, serta hilirisasi.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat memadai untuk mencapai tujuan tersebut.
“Jadi yang kita produksi nanti kualitasnya sangat baik. Tidak hanya beras, tidak hanya jagung, tapi singkong, gula, kedelai, semua, sorgum, sagu. Ini semua karunia dari Maha Kuasa. Lahan kita cukup, tanah kita bagus, tinggal pengairan nanti kita bisa atur. Kita juga bersyukur kita sudah punya teknologinya,” jelas Presiden.




















































Discussion about this post