Ia mengaku merasakan secara langsung ketulusan para petani yang tetap membantu prajurit meskipun hidup dalam kondisi yang serba terbatas.
Menurut Presiden, masyarakat desa kala itu harus menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, namun tetap menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada para penjaga negara.
“Saya waktu prajurit muda, waktu saya di desa-desa, saya di gunung-gunung, saya juga merasa dibantu oleh para petani. Mereka hidupnya susah. Untuk masak harus cari kayu, jalan berkilo-kilo. Untuk ambil air, susah, harus jalan berkilo-kilo. Tetapi mereka tetap masak untuk prajurit-prajurit TNI,” ungkap Presiden.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Presiden meminta seluruh pemimpin bangsa dan aparat negara untuk selalu menghormati jasa petani dan nelayan.
Ia menegaskan bahwa sektor pangan merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara dan peradaban.
“Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” tegas Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian sektor pangan nasional yang berhasil diraih dalam satu tahun delapan bulan terakhir.
Menurutnya, Indonesia kini mencatatkan kemajuan signifikan dalam produksi berbagai komoditas strategis, termasuk beras dan jagung.
Presiden menyebut peningkatan produksi tersebut menjadi salah satu prestasi terbesar yang berhasil dicapai pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.




















































Discussion about this post