Selanjutnya, Ketua Umum KTNA Nasional sekaligus Ketua Panitia PENAS, Muhammad Yadi Sofyan Noor, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Laporan juga disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelum Presiden memberikan sambutan utama.
Dalam laporannya, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi representasi kekuatan besar sektor pertanian dan perikanan nasional.
“Kami laporkan Bapak Presiden, yang hadir 38 provinsi seluruh Indonesia dan 400-an kabupaten se-Indonesia yang hadir pada hari ini mewakili petani 162 juta dengan keluarganya, nelayan 14 juta, kami bersama Menteri KKP, totalnya 178 juta seluruh Indonesia,” tuturnya.
Saat menyampaikan pidato, Presiden Prabowo mengaku merasa terhormat dapat hadir langsung di tengah para petani dan nelayan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung kehidupan bangsa.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya. Saya diundang sehingga saya bisa hadir di tengah-tengah saudara-saudara di acara yang sangat mulia ini, sangat penting yaitu Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026,” tutur Presiden.
Presiden juga menyinggung hubungan historis yang menurutnya telah lama terjalin antara prajurit Indonesia dengan kalangan petani dan nelayan.
Kepala Negara menilai dukungan petani dan nelayan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak masa perjuangan.
“Saya mantan prajurit Indonesia, dan prajurit Indonesia dari lahirnya tentara Indonesia, prajurit Indonesia, tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan, selalu dibantu oleh petani dan nelayan,” ucap Presiden.



















































Discussion about this post