“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College. Jadi nantinya kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya,” jelas Mendiktisaintek.
Brian menilai kerja sama ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Upaya tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan penelitian sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
“Hari ini Imperial College yang diterima oleh Bapak Presiden, ini adalah sebuah capaian yang sangat baik. Karena kita tahu, baru saja QS Ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT,” katanya.
Menurut Brian, manfaat dari kemitraan tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh 10 universitas kedokteran dan sains yang sedang dipersiapkan pemerintah.
Perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia juga diperkirakan akan memperoleh dampak positif melalui pengembangan kerja sama akademik, peningkatan kualitas riset, serta transfer pengetahuan.
“Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kita berharap kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.

















































Discussion about this post