Menurut Rosan, Kepala Negara menekankan agar bank-bank milik negara mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perluasan akses pembiayaan dan kesempatan ekonomi bagi seluruh lapisan.
Presiden juga mendorong agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor komersial, hingga korporasi memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses layanan perbankan.
“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.
Selain menjalankan fungsi intermediasi keuangan, Himbara juga diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Namun demikian, Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh aktivitas bisnis perbankan harus tetap dijalankan secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menyampaikan bahwa pemerintah mencermati perkembangan harga minyak dunia yang mulai mengalami penurunan.
Menurutnya, turunnya harga minyak hingga berada di bawah level 80 dolar Amerika Serikat diharapkan mampu memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional.















































Discussion about this post