Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam pertemuan antara Presiden dan masyarakat tersebut.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga.
Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan ibadah, Al-Qur’an, dan pakaian.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat hunian sementara dan warga sekitar.
Total bantuan sembako yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar 7.000 paket.
Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang pada Hari Raya Idulfitri menjadi simbol bahwa negara hadir untuk menguatkan dan mendampingi rakyat.
Kehadiran tersebut juga menjadi pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.(*)

















































Discussion about this post