Kebahagiaan juga terlihat dari seorang anak bernama Ayu yang datang bersama kedua orang tuanya.
Ia merasa sangat senang karena bisa bertemu dan berjabat tangan langsung dengan Presiden serta mendapatkan hadiah.
“Senang banget. Bahagia. Senang banget bisa ketemu, dapat mainan,” ucap Ayu.
Cerita haru lainnya datang dari Aji Agung Waruna, seorang pengemudi ojek daring yang bersyukur dapat bertemu langsung dengan Presiden.
“Alhamdulillah, tahun ini saya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Dan saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan open house kepada masyarakat warga negara Indonesia, beribu-ribu terima kasih banyak,” katanya.
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Thalia dan Marco yang telah lama menantikan kesempatan tersebut.
Keduanya mengaku sangat senang karena akhirnya bisa bertemu langsung dengan Presiden yang selama ini hanya mereka lihat melalui televisi dan telepon genggam.
“Yang pastinya senang banget ya, karena kan kita kan sering melihat dari televisi dan handphone kan. Nah, sekarang kita bisa bertemu langsung tuh senang banget sih. Apalagi bisa salaman langsung sama Pak Prabowo. Semoga Pak Prabowo sehat selalu dan sukses selalu untuk memajukan Indonesia,” ujar Thalia.
Gelar griya Idulfitri di Istana tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi.
Acara tersebut juga menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Di balik jabat tangan dan senyuman yang terjadi di Istana, tersimpan kisah-kisah sederhana yang penuh makna tentang harapan, kebanggaan, dan kebersamaan yang terasa nyata di Hari Raya.(*)


















































Discussion about this post