“Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganise sebagaimana acara biasanya. Misalnya seperti acara 17 Agustus, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilahkan sepanjang masih memungkinkan, kami persilahkan untuk masuk ke dalam lingkungan Istana,” jelasnya.
Menteri Pras juga menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya merupakan tradisi tahunan.
Namun tahun ini kegiatan dilaksanakan dengan penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat.
“Sebagaimana kami juga sampaikan melalui surat edaran bahwa kita dihimbau, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mengurangi kegiatan-kegiatan open house dan halal bihalal oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita yang di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ucap Menteri Pras.
Dalam pelaksanaannya, ribuan masyarakat tampak memadati halaman tengah Istana Kepresidenan.
Presiden Prabowo hadir didampingi putranya Didit Hediprasetyo untuk menyapa masyarakat secara langsung.
Presiden terlihat berkeliling dan menyalami warga satu per satu sambil menyampaikan ucapan selamat Idulfitri.
Suasana haru dan bahagia terlihat dari masyarakat yang hadir karena dapat merasakan langsung suasana Lebaran di Istana.
Salah satunya Sinta, seorang tukang urut keliling, yang mengaku mimpinya bertemu Presiden akhirnya terwujud.
“Memang saya sudah ada impian ingin ketemu, ternyata diwujudkan. Alhamdulillah, saya bahagia. Nggak bisa saya ucapkan lagi semoga Bapak Presiden sama wakil-wakilnya panjang umur, dimudahkan rejekinya,” ujar Sinta.

















































Discussion about this post