Selain menekankan nilai persatuan dan tanggung jawab kepemimpinan, Presiden juga menyampaikan sikap tegas pemerintah terhadap praktik korupsi.
Ia menilai korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sebagai ancaman besar yang dapat menghambat kemajuan bangsa.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” tegas Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menyinggung besarnya kekayaan alam yang dimiliki Indonesia yang seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan bahwa kekayaan tersebut harus digunakan untuk menghapus kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan masyarakat.
“Kita diberikan dunia oleh Maha Kuasa kekayaanya sangat besar. Pada kesempatan ini sekali lagi saya sampaikan bahwa kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita. Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar. Kita mampu, kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Yang Maha Kuasa,” ungkap Kepala Negara.
Presiden juga memperingatkan bahwa negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba mengambil kekayaan rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah. Saya bersyukur, saya berterima kasih, pada malam yang baik ini, saya terus diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat,” imbuh Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post