Ia menyatakan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari pada Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, dan bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa negara memiliki kewajiban melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun ras.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga perdamaian memerlukan kerja keras nyata, bukan sekadar doa dan harapan.
“Seluruh rakyat Indonesia, apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina. Karena itu, terutama yang saya sadari adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga perdamaian,” tegas Kepala Negara.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk membangun hubungan yang bersahabat dengan seluruh negara di dunia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjunjung prinsip saling menghormati antarbangsa tanpa mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
“Bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintah saya dan semua pembantu-pembantu saya, kita bertekad untuk memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara, dengan semua kekuatan. Kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Kita hormati semua kekuatan di dunia yang besar maupun yang kecil,” imbuh Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post