ISTANAGARUDA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanfaatkan momentum peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara untuk menyampaikan pesan strategis kepada bangsa: kepemimpinan adalah amanah suci, persatuan harus dijaga, dan korupsi harus diberantas tanpa kompromi.
Acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Momentum keagamaan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi nasional untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah An-Najm ayat 1 hingga 20 yang dibacakan oleh qari cilik berprestasi internasional, M. Zian Fahrezi.
M. Zian Fahrezi merupakan siswa kelas 4 sekolah dasar yang meraih juara pertama kategori anak-anak dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, pada tahun 2026.
Pembacaan ayat suci tersebut disertai saritilawah oleh Velly Syukron yang menambah suasana khidmat dalam acara kenegaraan tersebut.
Presiden mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan turunnya Al-Qur’an sebagai momentum memperdalam keimanan sekaligus memperkuat semangat persatuan nasional.
“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an itu tersebut,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga menegaskan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya merupakan amanah dari Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

















































Discussion about this post