Salah satu siswa bernama Yamisa Zebua menyampaikan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di bidang kedokteran, namun ia mengaku terkendala biaya.
“Ya sudah, nanti kamu dites ya,” ujar Presiden kepada siswa tersebut.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia memiliki akses pendidikan yang lebih baik.
Ia menilai infrastruktur yang memudahkan perjalanan menuju sekolah akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda.
“Anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik. Jembatan-jembatan ini akan membantu kehidupan masyarakat dan meringankan beban hidup mereka,” kata Presiden Prabowo.
Laporan dari Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan dampak nyata pembangunan jembatan bagi masyarakat.
Jembatan gantung yang baru selesai dibangun membuat anak-anak sekolah yang sebelumnya harus berjalan memutar hingga satu jam kini hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk mencapai sekolah.
Mendengar laporan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.
Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, aparatur sipil negara, TNI, dan kepolisian dalam melaksanakan program pembangunan nasional.
Menurutnya, sinergi yang kuat antar lembaga menjadi kunci agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“Kita harus jadi satu, kita adalah satu bangsa Indonesia, kita adalah satu keluarga besar. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Tidak ada yang boleh merasa bisa menang sendiri. Tidak, kita semua satu keluarga. Seluruh bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar. Kalau ada satu yang susah, semua merasakan. Kalau ada satu desa yang menderita, seluruh rakyat merasakan,” tegas Kepala Negara.

















































Discussion about this post