“Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini. Presiden sangat terbuka dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” kata Hassan.
Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Almuzzammil Yusuf juga memberikan pandangannya terkait posisi Indonesia dalam merespons dinamika internasional.
Ia menilai keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace merupakan langkah realistis di tengah kondisi global yang kompleks.
“Penjelasan yang menurut saya beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” ujar Almuzzammil.
Almuzzammil juga menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi krisis global.
Ia menyebut bahwa Presiden menjelaskan kesiapan nasional dari berbagai sektor strategis.
“Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” ujarnya.
Sementara itu, Hassan Wirajuda menegaskan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini merupakan tindakan sepihak yang tidak memiliki mandat internasional.
Ia juga menyebut bahwa pembahasan mengenai Board of Peace tetap dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika terbaru konflik tersebut.
“Kita bahas, tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ucapnya.













































Discussion about this post