Pemerintah ingin memperluas kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.
Dalam rapat tersebut Presiden juga membahas perkembangan situasi geopolitik internasional.
Perhatian khusus diberikan pada dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak terhadap stabilitas global dan regional.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” ucap Seskab Teddy.
Topik lain yang turut dibahas adalah perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.
Program tersebut salah satunya dijalankan melalui Universitas Pertahanan.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa gagasan tersebut telah dimulai sejak Presiden masih menjabat Menteri Pertahanan.
Sejak tahun 2022 puluhan pelajar Palestina diundang untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Jumlah peserta program tersebut kini telah berkembang hingga mendekati 200 mahasiswa.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran.
Pemerintah memperkirakan mobilitas masyarakat akan mulai meningkat dalam waktu dekat.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” pungkas Seskab Teddy.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting pemerintah.
Mereka antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir pula Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.
Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho ikut mengikuti jalannya rapat.















































Discussion about this post