Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem ini berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional, perbaikan gizi anak, serta penciptaan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Saya sangat bahagia hari ini, Saya sangat bangga. Tadi saya sudah sampaikan mungkin di sambutan saya tapi sekarang saya lihat langsung Ini luar biasa. Ini juga akan mengamankan kita semua, mengamankan ketahanan pangan kita, juga membantu rakyat kita, membantu gizi anak-anak kita. Ini sesuatu yang luar biasa Ini sesuatu yang sangat penting,” ujar Presiden Prabowo.
Dari Indonesia timur, Wakil Kepala Polda Papua Barat melaporkan pembangunan delapan SPPG, enam di antaranya berada di wilayah terpencil dan kategori 3T.
Di Kampung Wamesa, Kabupaten Kaimana, pembangunan dilakukan dengan perjuangan logistik yang menantang akibat kondisi geografis dan cuaca ekstrem.
Distribusi material ditempuh melalui jalur darat dan laut dengan waktu perjalanan antara 40 hingga 60 menit.
“Kami semua mempersiapkan operasionalisasi SPPG 3T ini dengan mengurai rantai pasok dari sumber lokal seperti sayur mayur, ikan, daging rusa, dan buah, dan sebagian dari luar wilayah seperti Surabaya Bapak Presiden, antara lain beras, ayam, telur, dan susu. Mudah-mudahan SPPG di sini dapat berjalan dengan baik melayani seluruh masyarakat,” ucap Wakapolda Papua Barat.
Calon penerima manfaat di Kampung Wamesa yang terdiri dari siswa TK dan SD, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita kini menantikan beroperasinya dapur Makan Bergizi Gratis.
Anak-anak sekolah menyampaikan pesan penuh semangat kepada Presiden agar program tersebut segera hadir di lingkungan belajar mereka.



















































Discussion about this post