Latar belakang kebijakan ini berakar pada persoalan stunting yang pernah menyentuh angka 25 persen anak Indonesia.
Presiden menilai bahwa persoalan tersebut tidak cukup diatasi dengan wacana, melainkan memerlukan intervensi langsung negara kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok tidak berdaya.
“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain. Bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah. Langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Presiden memastikan bahwa program ini dibiayai melalui efisiensi dan penghematan anggaran tanpa melampaui batas defisit yang telah ditetapkan.
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. 3 persen defisit kita saudara-saudara sekalian, 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ,” ucap Presiden.
Hingga kini, MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 22 ribu SPPG di seluruh Indonesia.
Presiden menggambarkan skala tersebut setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari atau sepuluh kali populasi Singapura setiap hari.
“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari. Atau 2 kali Malaysia, tiap hari,” pungkasnya.
Menutup rangkaian sambutan, Presiden menyampaikan pesan keras kepada seluruh pengelola kekayaan negara agar menjaga kehormatan dan kepentingan rakyat.



















































Discussion about this post