Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz menyatakan kehadiran Presiden dalam acara tersebut mencerminkan hubungan erat antara organisasi keagamaan dan pemerintah.
“Ini menunjukkan menyatunya ulama dan umara, yang merupakan modal penting bagi bangsa ini untuk menuju kejayaan di masa depan,” pungkas Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz.
Suasana acara semakin khidmat saat taujihat dan doa bersama dipanjatkan.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai harapan agar Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat.
Momentum Mujahadah Kubro sekaligus peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama tersebut menegaskan kembali komitmen NU dalam merawat harmoni sosial, toleransi, dan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)

















































Discussion about this post