Presiden menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama selama ini telah menunjukkan peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Presiden menilai perjalanan panjang NU selama seratus tahun telah menjadi fondasi kebesaran bangsa.
“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menyoroti kontribusi para kiai dan ulama NU dalam menjaga eksistensi negara sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Presiden mengingatkan bahwa pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi momentum penting yang memperlihatkan peran besar ulama dan masyarakat Jawa Timur.
“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Dan dalam pertempuran itu, kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia. Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai, para ulama,” jelas Presiden.
Presiden menegaskan bahwa persatuan dan kerukunan merupakan elemen utama dalam menjaga kekuatan bangsa.
Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pandangan.
“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

















































Discussion about this post