Presiden Prabowo juga memaparkan kebijakan efisiensi fiskal yang menjadi fondasi pembiayaan program prioritas nasional.
Dalam dua bulan awal pemerintahannya, restrukturisasi anggaran memungkinkan peluncuran program makan bergizi gratis berskala nasional.
“Hingga tadi malam, kami telah memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari. Tahun ini kami menargetkan untuk menyediakan 82,9 juta makanan per hari,” ucap Presiden Prabowo.
Di sektor kesehatan, Presiden menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis nasional merupakan investasi produktivitas jangka panjang.
Di bidang pendidikan, Presiden memaparkan percepatan renovasi sekolah dan digitalisasi ruang kelas di seluruh Indonesia.
Presiden menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Saya yakin bahwa sumber daya manusia menentukan pertumbuhan jangka panjang dan keuntungan jangka panjang. Pengembangan sumber daya manusia adalah kunci menuju negara yang makmur dan sukses,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi kelompok paling rentan.
“Saya bertekad untuk memutus lingkaran tersebut. Saya bertekad agar anak dari keluarga termiskin tidak menjadi miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama,” kata Presiden.
Selain itu, Presiden memaparkan pembangunan koperasi desa, modernisasi kampung nelayan, dan penguatan ekonomi rakyat sebagai strategi pemerataan nasional.


















































Discussion about this post