Pertemuan filantropi ini telah berlangsung sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor lingkungan, filantropi, dan kebijakan publik.
Kehadiran Presiden Prabowo dan Raja Charles III difokuskan pada bagian akhir acara sebagai simbol dukungan tingkat tertinggi terhadap agenda konservasi.
Sejumlah pejabat Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Anggota DPR RI Budi Djiwandono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo dan Raja Charles III terlihat berinteraksi langsung dengan para peserta pertemuan.
Kehadiran kedua pemimpin memberikan pesan politik dan moral yang kuat terhadap pentingnya konservasi Gajah Peusangan sebagai bagian dari upaya global menjaga keanekaragaman hayati.
Program konservasi Gajah Peusangan bertujuan membangun koridor satwa liar yang aman serta mengurangi konflik antara manusia dan gajah.
Inisiatif ini juga difokuskan pada perlindungan habitat penting Gajah Sumatera yang tersisa.
Selain itu, pendekatan konservasi diarahkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Partisipasi Presiden Prabowo dalam forum ini menegaskan diplomasi lingkungan sebagai pilar penting kebijakan luar negeri Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis global dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan perlindungan satwa liar dunia.(*)

















































Discussion about this post