“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ujar Presiden Prabowo.
Sebagai solusi jangka panjang, Presiden merancang pembangunan 10 universitas baru yang difokuskan pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.
Presiden menegaskan seluruh universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga memastikan bahwa mahasiswa yang diterima merupakan lulusan terbaik nasional dan akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Indonesia.
Sebelum memulai perkuliahan, para mahasiswa akan mengikuti program pelatihan bahasa Inggris secara intensif guna memastikan kesiapan akademik.
Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama erat dengan British Council, termasuk dalam penerapan standar IELTS sebagai tolok ukur kemampuan bahasa.
Selain pembangunan kampus, Presiden Prabowo mengungkapkan rencana strategis lain berupa pendirian rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap universitas.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan nasional sekaligus menekan arus warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.

















































Discussion about this post