Selain sektor maritim, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperluas dialog dan kolaborasi di bidang lain.
Presiden menyampaikan rencananya untuk berdiskusi dengan para pelaku bisnis Inggris.
“Hari ini saya akan mengadakan diskusi lagi dengan para pemimpin bisnis dari Inggris. Juga dengan para pemimpin dari kelompok universitas Russell Group,” kata Presiden.
“Jadi, saya rasa ini sangat produktif. Dan saya sangat menghargai hubungan kita, Perdana Menteri,” lanjutnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Keir Starmer menilai kunjungan Presiden Prabowo sebagai cerminan pesatnya kemajuan hubungan Indonesia dan Inggris.
PM Starmer menekankan bahwa kemitraan strategis yang telah disepakati memberikan manfaat konkret bagi kedua negara.
Ia secara khusus menyoroti kerja sama maritim yang dinilai berdampak langsung pada perekonomian Inggris.
“Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris,” ucap PM Starmer.
Setelah pertemuan tête-à-tête, Presiden Prabowo dan PM Starmer melanjutkan agenda dengan pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikan berbagai kesepakatan yang telah dicapai.
Pembahasan juga difokuskan pada upaya memperluas ruang kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Inggris untuk menjadikan kemitraan strategis sebagai fondasi kerja sama jangka panjang.

















































Discussion about this post