Menurut Presiden, amanah memimpin perguruan tinggi bukan hanya soal jabatan struktural, tetapi tanggung jawab strategis dalam menjaga arah ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Brian menjelaskan bahwa taklimat ini merupakan undangan ketiga dari Presiden Prabowo kepada pimpinan perguruan tinggi dalam waktu kurang dari satu tahun.
Frekuensi pertemuan tersebut dinilai mencerminkan perhatian serius Presiden terhadap peran pendidikan tinggi dalam pembangunan nasional.
“Ini adalah undangan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun yang menunjukkan perhatian yang cukup besar Bapak Presiden. Dan juga di lain sisi, ini juga adalah suatu amanat yang besar, harapan yang besar dari bangsa, harapan besar dari Bapak Presiden,” jelasnya.
Presiden Prabowo menegaskan harapannya agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga motor penggerak solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Presiden kembali menempatkan para guru besar dan pimpinan kampus sebagai elite strategis yang menguasai sains dan teknologi untuk kesejahteraan rakyat.
Amanah tersebut, menurut Presiden, harus dijalankan dengan kesadaran penuh bahwa kontribusi akademisi sangat dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Manfaatkanlah kesempatan ini, amanah ini bahwa kita semua para pimpinan guru besar, serta para pimpinan perguruan tinggi, serta guru besar adalah orang-orang yang ditunggu perannya oleh rakyat, ditunggu perannya oleh seluruh masyarakat dan bangsa kita,” pungkas Brian.(*)













































Discussion about this post