Sekolah ini memiliki 30 ruang kelas dengan total 706 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, sekolah ini mengintegrasikan kurikulum nasional, kurikulum khas SMA Taruna Nusantara, serta kurikulum internasional Cambridge.
Perpaduan ketiga kurikulum tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan berkarakter kuat, berwawasan kebangsaan, dan siap bersaing di tingkat global.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menekankan bahwa pendidikan tidak semata soal akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan integritas.
“Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih menjadi pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” ucap Presiden.
Presiden juga memberikan arahan tegas kepada seluruh pimpinan lembaga pendidikan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Kepala Negara meminta kepala sekolah dan para guru untuk mengembangkan sistem pendidikan yang inovatif dan berorientasi pada pembinaan peserta didik.
“Saya minta semua unsur para pimpinan Lembaga, para pemimpinan sekolah, para pamong guru untuk melaksanakan pendidikan yang sebaik-baiknya, pendidikan yang inovatif, pendidikan yang penuh dengan niat untuk membina dan mengembangkan,” katanya.
Ke depan, Presiden optimistis pembangunan sekolah unggulan di setiap kabupaten akan mempercepat lahirnya generasi pemimpin nasional yang berkualitas.
“Dengan tambahan nanti SMA Garuda juga, dengan nanti rencana kita tiap kabupaten satu sekolah unggulan, ini akan mempercepat kita harapkan kebangkitan kepimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia,” lanjutnya.















































Discussion about this post