“Selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri, dan Alhamdulillah sebenarnya bangsa Indonesia diberi karunia yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar,” jelasnya.
Presiden memaparkan bahwa batu bara dapat diolah menjadi berbagai produk turunan energi seperti gas, bensin, dan dimethyl ether atau DME.
Presiden juga menyoroti potensi panas bumi Indonesia yang terbesar di dunia namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kita juga punya geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Juga kemampuan kita di energi dari air, dan juga saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel kita akan listrifikasi. Sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” kata Presiden.
Ke depan, pemerintah akan mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai strategi jangka panjang.
Arah kebijakan tersebut ditujukan agar Indonesia sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan energi nasional tanpa ketergantungan impor.
“Tidak perlu kita impor energi dari luar, ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini. Tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun ke-6. Kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu, dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat,” tandasnya.(*)














































Discussion about this post