Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi pijakan awal menuju target yang lebih besar hingga tahun 2029.
“Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insyaallah akan tercapai,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menjelaskan bahwa setiap Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 murid.
Dengan demikian, total kapasitas nasional diproyeksikan dapat menjangkau sekitar 500.000 peserta didik.
“Ujungnya sasaran kita adalah tiap sekolah rakyat adalah seribu murid. Berarti sasaran kita nanti 500 ribu murid,” ungkap Presiden.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga menekankan tekad pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem secara bertahap dan berkelanjutan.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kerja sama lintas sektor.
“Saya mengajak seluruh bangsa Indonesia, mari kita bersatu, mari kita kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia,” ucap Presiden.
Presiden turut menegaskan pentingnya optimisme nasional serta keyakinan terhadap arah pembangunan bangsa.
“Kita berada di jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu. Apa pun yang terjadi, kita akan terus dalam perjuangan demi bangsa dan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.
Dalam laporan terpisah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo sebagai instrumen pemutus mata rantai kemiskinan.
Program ini telah mulai beroperasi sejak Juli tahun sebelumnya di berbagai daerah.














































Discussion about this post