Namun, berkat kerja keras, soliditas, dan kedisiplinan seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil dipercepat secara signifikan.
“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.
Presiden juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh komunitas pertanian nasional.
Menurut Presiden, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri mandiri dan berdaulat.
“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.
Keberhasilan swasembada pangan 2025 tercermin dari lonjakan produksi beras nasional.
Produksi beras sepanjang 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton.
Angka tersebut meningkat sebesar 4,09 juta ton atau setara 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Surplus beras nasional mencapai sekitar 3,52 juta ton.
Indonesia pun tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.
Cadangan beras pemerintah juga berada pada level historis.
Stok Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat mencapai 3,24 juta ton.
Pada periode tertentu, stok bahkan sempat menembus angka 4,2 juta ton sebagai level tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional.













































Discussion about this post