Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, dan dukungan publik, Indonesia berhasil memenuhi target swasembada pangan pada akhir 2025.
Dalam rangkaian kegiatan panen raya, Presiden Prabowo juga meninjau langsung penerapan teknologi pertanian modern dan program hilirisasi.
Presiden menyaksikan pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian otonom seperti traktor otomatis dan rice transplanter.
Demonstrasi pemanfaatan drone pertanian serta sistem pompa air otomatis untuk efisiensi irigasi turut menjadi perhatian Presiden.
Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan berbagai inovasi pengolahan hasil tani dan perkebunan.
Presiden bahkan mencicipi langsung sejumlah produk olahan yang dipamerkan.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengembangan produk gambir sebagai komoditas unggulan nasional.
Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia yang memiliki keunggulan strategis di pasar global.
“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya dalam keterangan terpisah.
Ia memaparkan bahwa gambir diproses dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan.
Di dalam bongkahan tersebut terkandung dua komponen utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan oleh industri dunia.













































Discussion about this post