Selain peran negara, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi bantuan dari masyarakat.
Bantuan dapat berasal dari individu, komunitas, hingga diaspora Indonesia.
Namun demikian, Presiden menekankan bahwa bantuan harus disalurkan melalui mekanisme resmi yang jelas dan transparan.
“Saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita laporkan ke pemerintah pusat,” ucap Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap inisiatif solidaritas dari daerah maupun luar negeri.
Ia mengingatkan bahwa keikhlasan dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi prinsip utama dalam penyaluran bantuan.
“Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas dan harus ikhlas,” ujarnya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo turut menyoroti pentingnya percepatan pemulihan layanan publik.
Ia menekankan bahwa pendidikan dan layanan kesehatan harus segera kembali berfungsi normal.
“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” pungkas Presiden.
Rangkaian kunjungan kerja dan rapat terbatas yang dilakukan Presiden Prabowo pada hari pertama Tahun Baru 2026 menjadi penegasan komitmen pemerintah.
Di tengah masa libur nasional, Presiden memastikan negara tetap bekerja dan hadir langsung untuk menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat terdampak bencana.(*)














































Discussion about this post