Upaya diplomasi dan koordinasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
“Menteri Rosan sebelumnya telah 4 kali bertemu dengan Pemerintah Saudi membahas ini,” imbuh Seskab Teddy.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan visinya terkait pelayanan optimal bagi jemaah haji Indonesia.
Ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas penginapan yang layak, nyaman, dan strategis bagi seluruh jemaah.
“Presiden Prabowo menginginkan seluruh jemaah haji Indonesia harus memiliki tempat dan fasilitas penginapan nyaman tersendiri saat melaksanakan ibadah haji dengan lokasi yang cukup dekat dengan Masjidil Haram,” ungkap Seskab Teddy.
Selain membahas Kampung Haji, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkini mengenai pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
BPI Danantara ditugaskan membangun sebanyak 15.000 unit hunian sebagai bagian dari program pemulihan nasional.
Dalam laporan Menteri Rosan, sebanyak 500 unit hunian ditargetkan rampung dan siap digunakan pada minggu ini.
Pembangunan unit hunian lainnya masih terus berjalan secara paralel.
“Hunia lainnya juga sedang dibangun oleh BNPB, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) serta Kementerian Perumahan,” pungkas Seskab Teddy.
Langkah percepatan ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam memastikan kehadiran negara secara nyata melalui pemulihan cepat, terukur, dan berkeadilan bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.(*)
















































Discussion about this post