Namun, menurutnya, pengabdian kepada rakyat dan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan apapun.
“Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita. Kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas,” ujar Presiden.
Presiden menilai keberanian dan kejujuran aparat penegak hukum menjadi benteng utama agar negara tidak terus-menerus mengalami kebocoran kekayaan akibat korupsi dan penyimpangan yang telah berlangsung lama.
Penulisan pesan dalam prasasti tersebut dipandang sebagai simbol dukungan moral Presiden kepada para jaksa agar tetap teguh menjalankan tugasnya di tengah berbagai tekanan.
Pesan itu sekaligus mempertegas arah kebijakan pemerintah yang berkomitmen menegakkan hukum secara tegas, adil, dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan bangsa serta rakyat Indonesia.(*)














































Discussion about this post