Presiden mengajak seluruh pimpinan pusat dan daerah, termasuk Komite Percepatan, untuk mengelola kekayaan negara secara arif, jujur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan seluruh rakyat.
Komitmen pembenahan internal pemerintahan kembali ditegaskan Presiden, khususnya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan kekuasaan, mencari keuntungan pribadi, mencari kelompok dari kekayaan negara, membiarkan kekayaan negara dicuri, diselundupkan, ini di ujungnya adalah akan memperberat kehidupan rakyat kita semua,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang mengkhianati amanah rakyat.
“Siapa yang tidak bisa setia menjalankan tugas rakyat, kita persilahkan untuk berhenti dari jabatan-jabatan pengabdian kepada negara dan rakyat,” pungkas Presiden.
Selain tata kelola, Presiden menempatkan swasembada pangan sebagai fondasi utama percepatan pembangunan Papua dan ketahanan nasional.
Presiden menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus bekerja mengamankan seluruh kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Saya sebagai Presiden dibantu oleh menteri-menteri, kita terus bekerja sekarang untuk mengamankan kekayaan negara, kita mencari aset-aset, kita meneliti peraturan-peraturan, dan kita tidak segan-segan untuk melakukan apa yang diperlukan sehingga semua kekayaan negara bisa kita amankan dan kita gunakan untuk kepentingan rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.














































Discussion about this post