Presiden juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga semangat di tengah ujian yang sedang dihadapi.
“Saya minta yang sabar semuanya. Insyaallah bisa cepat kita kembalikan keadaan, supaya hidup semuanya lebih baik,” lanjut Presiden.
Di sela kunjungan tersebut, suasana posko pengungsian mendadak hening ketika seorang perwakilan warga menyampaikan suara hati masyarakat secara langsung.
Ibu Raodah, Ketua Tim Relawan Masak di posko tersebut, menyampaikan aspirasi warga dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Ia menyampaikan rasa terima kasih mewakili ribuan warga Aceh Tengah yang tengah berjuang bertahan pascabencana.
“Rakyat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah hadir di Tanah Gayo tercinta ini, Pak,” tutur Ibu Raodah menahan haru.
Dalam penyampaiannya, Ibu Raodah mengungkap berbagai kebutuhan mendesak yang dihadapi para pengungsi.
Ia menekankan bahwa logistik, air bersih, listrik, serta jaringan telekomunikasi menjadi persoalan krusial di lapangan.
“Kami di sini sangat membutuhkan logistik, Pak. Sangat-sangat membutuhkan. Kekurangan air bersih, listrik, hingga telekomsel, Pak. Kami tidak ada jaringan sinyal hp tidak ada,” katanya
Ibu Raodah juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah segera membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana.
“Saya mengharapkan kepada Bapak agar secepatnya membantu rumah-rumah saudara saya yang terkena musibah, Pak. Saya sangat berharap, Pak, ya. Saya mewakili saudara-saudara saya di Aceh Tengah, Pak. Mohon secepatnya dilakukan, ya Pak,” ucapnya.













































Discussion about this post