Peningkatan kecepatan kendaraan mencapai 300 persen serta penghematan biaya operasional kendaraan berada di angka 38 persen.
Beberapa wilayah dari Surakarta, proyek Flyover Canguk di Kota Magelang menjadi simpul utama yang menghubungkan jalur wisata Borobudur, Yogyakarta, dan Prambanan.
Jalan layang sepanjang 16 meter dengan total panjang 781,29 meter itu dibangun selama 395 hari menggunakan anggaran Rp99,6 miliar dengan keterlibatan 528 tenaga kerja.
Flyover ini sukses mengurangi kemacetan dan menjadi solusi efektif bagi angkutan barang.
Biaya operasional truk berat bahkan menurun hingga 92,94 persen.
Di Sumatera Utara, Underpass Gatot Subroto memberikan dampak modernisasi yang signifikan di kawasan Simpang Manhattan, Medan.
Infrastruktur sepanjang 750 meter dengan lebar 19,8 meter tersebut dibangun selama 463 hari melalui investasi Rp217,83 miliar dan dikerjakan oleh 1.154 tenaga kerja.
Waktu perjalanan berkurang 74 persen, sementara kecepatan kendaraan meningkat hingga 167 persen.
Efisiensi biaya operasional kendaraan mencapai 30 persen, sekaligus menciptakan wajah baru bagi tata kota Medan.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, Jembatan Sungai Sambas Besar hadir sebagai terobosan monumental.
Konstruksi ini memecahkan rekor sebagai jembatan network tied arc terpanjang di Indonesia dan menjadi proyek pertama yang menggunakan Metode Telescopic Struut.
Jembatan sepanjang 1.262,6 meter dengan jalan pendekat 1.342,4 meter ini dibangun dalam kurun 1.119 hari melalui investasi Rp479,77 miliar dengan melibatkan 2.543 tenaga kerja.













































Discussion about this post