Hubungan pertahanan kedua negara sendiri telah berakar kuat sejak penandatanganan nota kesepahaman pada tahun 1995.
Kerja sama itu diperkuat melalui Lombok Treaty pada 2006, dan berkembang lebih maju lewat Defence Cooperation Agreement (DCA) tahun 2024.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat good neighbour policy atau kebijakan bertetangga baik sebagai fondasi hubungan Indonesia–Australia.
“Sudah takdir kita untuk bertetangga langsung, jadi marilah kita hadapi takdir kita dengan niat terbaik. Saya percaya pada kebijakan bertetangga yang baik. Tetangga yang baik itu penting. Tetangga yang baik akan saling membantu di masa sulit, dan dalam budaya Indonesia, ada pepatah, ketika kita menghadapi keadaan darurat, tetangga kitalah yang akan membantu kita. Mungkin saudara kita akan tetap jauh, tetapi tetangga kita adalah yang paling dekat, dan hanya tetangga yang baik yang akan saling membantu,” ungkap Presiden Prabowo.
Di akhir acara, kedua pemimpin menyaksikan atraksi udara fly pass empat pesawat aerobatik Royal Australian Air Force (RAAF) Roulette yang melintas di atas Sydney Harbour Bridge.
Aksi tersebut menjadi penutup yang megah bagi kunjungan bersejarah itu.
Sebelum meninggalkan lokasi, Presiden Prabowo kembali menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran pemerintah Australia.
“Sekali lagi, Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, terima kasih banyak telah menerima saya dengan cara yang begitu baik,” ucap Presiden Prabowo yang disambut tepuk tangan hangat.
Kunjungan kenegaraan ini tidak hanya menunjukkan kedekatan emosional antara dua pemimpin, tetapi juga menegaskan arah baru diplomasi pertahanan Indonesia dan Australia menuju kemitraan yang setara, tangguh, dan saling menghormati di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik.(*)














































Discussion about this post