Sementara itu, di kendaraan kedua tampak Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, dan Menlu Australia Penny Wong.
Usai peninjauan, kedua pemimpin menyampaikan pernyataan pers bersama yang sarat makna diplomatik dan persahabatan.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah dan rakyat Australia.
“Saya ingin sekali lagi berterima kasih kepada Pemerintah Australia, Perdana Menteri Australia, dan pemerintahan ini atas penerimaan saya. Ini adalah kunjungan kenegaraan pertama saya ke Australia, meskipun saya sudah sering ke sini, dan saya senang telah diterima oleh Gubernur Jenderal pagi ini,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam suasana santai, ia sempat melontarkan candaan ringan yang mencairkan suasana.
“Anda tahu saya suka bagpipe, jadi saya diterima dengan baik oleh bagpipe. Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum disambut tawa para hadirin.
PM Albanese membalas dengan nada penuh penghargaan kepada para personel angkatan laut Australia.
“Saya berterima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Laut dan Kapten HMAS Canberra, serta seluruh personel angkatan laut yang telah menyambut kami di sini dan membantu menyelenggarakan kunjungan hari ini,” kata PM Albanese.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Australia telah mencapai kesepakatan penting di bidang pertahanan dan keamanan.
“Kita telah melakukan diskusi yang sangat baik, dan saya rasa kita telah mencapai kesepakatan penting, perjanjian penting antara Australia dan Indonesia, yang berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang erat di bidang pertahanan dan keamanan, dan pada dasarnya menegaskan kembali tekad kita untuk meningkatkan persahabatan kami, dan sebagai mitra, sebagai tetangga dekat, tekad kami untuk menjaga hubungan terbaik dalam rangka meningkatkan dan menjamin keamanan kedua negara kita,” tutur Presiden Prabowo.














































Discussion about this post