“Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini,” ucap Seskab Teddy.
Usai memimpin rapat tersebut, Presiden Prabowo langsung bertolak ke Sydney bersama rombongan terbatas.
Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 lepas landas dari Halim Perdanakusuma menuju Bandara Sydney Kingsford Smith sekitar pukul 11.55 WIB.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa kunjungan kenegaraan selama satu hari itu menjadi momen penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia di berbagai sektor.
“Dalam kunjungan satu hari tersebut, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan tête-à-tête dengan Perdana Menteri Anthony Albanese, menghadiri upacara kenegaraan yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Australia Sam Mostyn,” ungkap Seskab Teddy.
Selain agenda resmi tersebut, Presiden Prabowo juga akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral yang berfokus pada peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan pengembangan industri antara kedua negara.
Seskab Teddy menegaskan bahwa perjalanan ini merupakan bentuk kunjungan balasan atas kedatangan Perdana Menteri Anthony Albanese ke Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kunjungan ini juga merupakan bentuk kunjungan balasan atas kedatangan Perdana Menteri Albanese ke Jakarta pada bulan Mei lalu, sehari setelah ia terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Australia,” tambahnya.
Dalam penerbangan ke Sydney, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.















































Discussion about this post