Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – dari Jawa Tengah, presiden kedua Republik Indonesia, Bapak Pembangunan yang membawa kemajuan signifikan bagi bangsa.
Marsinah – dari Jawa Timur, simbol perjuangan kaum pekerja dan keberanian menegakkan keadilan sosial.
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – dari Jawa Barat, penggagas konsep negara kepulauan yang memperkuat posisi hukum Indonesia di dunia internasional.
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – dari Sumatera Barat, pelopor pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – dari Jawa Tengah, tokoh militer pejuang kemerdekaan yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Sultan Muhammad Salahuddin – dari Nusa Tenggara Barat, pejuang pendidikan dan diplomasi yang berjasa membangun fondasi kemajuan daerah Bima.
Syaikhona Muhammad Kholil – dari Jawa Timur, ulama besar dan penggerak pesantren yang menanamkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
Tuan Rondahaim Saragih – dari Sumatera Utara, pemimpin perjuangan bersenjata yang dijuluki “Napoleon dari Batak” karena keberaniannya melawan kolonialisme Belanda.
Zainal Abidin Syah – dari Maluku Utara, tokoh diplomasi yang berperan mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan negara atas pengabdian luar biasa para tokoh yang telah berjuang tanpa pamrih bagi bangsa dan negara.
Dalam suasana haru, para ahli waris hadir mewakili keluarga pahlawan untuk menerima piagam dan tanda kehormatan negara yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.














































Discussion about this post