“Akan diperbanyak pelatihan-pelatihan vokasi untuk mendorong para alumni-alumni SMA dan SMK untuk bisa lebih cepat terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kita akan melibatkan balai-balai pelatihan negeri maupun swasta agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” katanya.
Selain penguatan vokasi, Presiden juga menugaskan kementerian terkait untuk merevitalisasi sekolah-sekolah vokasi agar kurikulumnya berorientasi pada kebutuhan dunia kerja masa depan.
“Perintah presiden untuk melakukan revitalisasi sekolah vokasi di mana kurikulum pendidikan dan juga pengelolaan pendidikan berorientasi kepada persiapan menghadapi serapan lapangan kerja dan dunia kerja,” tambah Muhaimin.
Prabowo juga menilai bahwa investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia adalah bentuk pembangunan jangka panjang yang paling fundamental.
Pemerintah, lanjut Muhaimin, siap menambah anggaran untuk memperkuat keterampilan teknis dan kemampuan bahasa asing bagi para pelajar dan lulusan.
Langkah itu akan dikawal melalui koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), agar seluruh program pemberdayaan masyarakat berjalan efektif dan berdaya hasil.
“Kita akan bekerja sungguh-sungguh pada dimensi pemberdayaan di dalam menanggulangi kemiskinan dalam berbagai program-program kita,” pungkasnya.(*)















































Discussion about this post