Selain penguatan UMKM, Prabowo juga menyoroti pentingnya kemandirian petani melalui kepemilikan lahan dan alat produksi.
Pemerintah, kata Muhaimin, akan memprioritaskan distribusi tanah kepada masyarakat miskin di kelompok desil 1 dan 2 sebagai bagian dari pemerataan ekonomi nasional.
“Kita akan dorong terbangunnya kepemilikan alat produksi kepada para petani dengan membagikan tanah-tanah untuk masyarakat desil 1 dengan teknis segera dimatangkan,” lanjutnya.
Rapat di Istana juga membahas penertiban impor barang bekas, terutama pakaian, yang dinilai merugikan pelaku industri lokal.
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan pembatasan impor tidak boleh menekan usaha kecil, tetapi justru harus melahirkan solusi berbasis produk dalam negeri sebagai alternatif pengganti.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memastikan pedagang kecil yang selama ini bergantung pada barang bekas tetap bisa berusaha dengan menjual produk buatan Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar siap bersaing di pasar global.
Untuk itu, pemerintah menyiapkan program beasiswa dan pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK yang berminat bekerja di luar negeri.
“Para lulusan SMA dan SMK yang mau ke luar negeri dipersiapkan beasiswa khusus. Insyaallah akan disiapkan 12 triliun untuk pelatihan dan peningkatan mutu bahasa para calon-calon tenaga kerja yang bekerja dengan pasar luar negeri,” tandas Muhaimin.
Langkah-langkah strategis ini menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto: membangun kemandirian ekonomi rakyat, memperkuat UMKM, serta membuka jalan menuju era baru pemberdayaan masyarakat berbasis produktivitas dan kesejahteraan berkelanjutan.(*)












































Discussion about this post