Selain penguatan di wilayah perkotaan, Kepala Negara juga memberi instruksi untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional lintas pulau, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi, sebagai strategi menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
“Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, ya rencanakan yang baik Trans Sumatera Railway, Trans Kalimantan Railway, Trans Sulawesi Railway,” perintahnya.
Presiden Prabowo juga mengingatkan agar seluruh fasilitas publik dijaga dengan baik, terutama aspek keselamatan di lintasan rel.
“Rel-rel kereta api dijaga keamanan, keselamatan. Pintu-pintu lintasan harus segera dibangun. Tidak boleh ada kecelakaan lagi,” pesan Kepala Negara.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan negara yang bersih dan efisien.
“Ini kehadiran negara. Dari mana uang itu? Uang itu dari uang rakyat, uang itu dari pajak, uang itu dari kekayaan negara. Makanya kita harus mencegah semua kebocoran. Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewangan dan korupsi. Uang rakyat gak boleh dicuri karena akan kita kembalikan kepada pelayanan untuk rakyat. Jadi, jangan, jangan khawatir,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa subsidi pemerintah terhadap transportasi publik seperti KRL merupakan bentuk nyata penggunaan uang rakyat untuk kesejahteraan rakyat.
Presiden juga mengungkapkan optimismenya terhadap kekuatan ekonomi Indonesia yang kini semakin mandiri, terutama dalam sektor pangan dan energi.
“Alhamdulillah dengan cepat pemerintah yang saya pimpin, tim yang membantu saya berhasil. Kita produksi pangan tertinggi sepanjang sejarah Republik. Cadangan pangan kita sekarang terbesar, cadangan sepanjang Republik Indonesia berdiri. Kita aman di bidang pangan dan terus akan kita amankan,” ujar Prabowo.
















































Discussion about this post