ISTANAGARUDA.COM – Di tengah berlangsungnya KTT APEC 2025 di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung menggelar pertemuan bilateral yang penuh keakraban dan rasa saling hormat.
Kedua pemimpin membahas arah baru dalam hubungan Indonesia–Korea Selatan, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pertahanan, yang kini dinilai telah mencapai tingkat kemitraan strategis yang tinggi.
Presiden Lee menegaskan bahwa hubungan antara kedua negara telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir.
“Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di berbagai bidang dalam jangka waktu yang panjang. Kita telah membangun kerja sama di berbagai bidang, misalnya, di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta di bidang pertahanan dan keamanan, dan kami telah membangun tingkat kerja sama ini ke tingkat yang sangat tinggi,” ujar Presiden Lee.
Menurutnya, kerja sama kedua negara kini bukan hanya sebatas hubungan ekonomi, tetapi juga berbasis nilai sejarah yang kuat.
Presiden Lee mengingatkan kembali tentang Semangat Bandung 1955, yang menjadi tonggak kolaborasi antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika, dan hingga kini menjadi landasan penting dalam kebijakan luar negeri Korea.
“Kita semua telah belajar dari sejarah bahwa Indonesia telah memimpin pembentukan Semangat Bandung. Dan jika kita melihat elemen-elemen kunci dari Semangat Bandung, itu adalah keseimbangan, otonomi strategis, kerja sama, dan pragmatisme. Dan nilai-nilai ini merupakan pilar yang sangat kuat bagi kebijakan luar negeri Korea,” tutur Presiden Lee.















































Discussion about this post