Dalam konteks geopolitik yang dinamis, Presiden Prabowo menyerukan agar ASEAN dan Amerika Serikat bersama-sama memperjuangkan Indo-Pasifik yang stabil, inklusif, dan berbasis pada prinsip keadilan internasional.
Kepala Negara juga menyinggung krisis kemanusiaan di Palestina yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata komunitas global.
“Indonesia mengapresiasi hasil KTT Perdamaian Sharm El Sheikh, dan kepemimpinan Anda, Bapak Presiden, dalam memajukan peta jalan yang kredibel menuju perdamaian abadi. Tugas kita sekarang adalah implementasinya, mewujudkan kata-kata menjadi tindakan nyata,” tegas Presiden Prabowo.
Lebih jauh, Presiden Prabowo memastikan bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam proses rekonstruksi dan stabilisasi di Gaza, termasuk melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah mandat multinasional.
“Mari kita memilih untuk berada di sisi sejarah yang benar. Marilah ASEAN dan AS menjadi mitra perdamaian. Membangun perdamaian yang lestari, memupuk kerja sama yang membangun, dan memperkuat kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita dan dunia,” tandasnya.
Dengan sorotan dunia tertuju pada diplomasi yang semakin aktif dari Jakarta, kehadiran Presiden Prabowo di KTT ke-13 ASEAN–AS tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin kawasan, tetapi juga menegaskan peran strategisnya dalam membangun tatanan global yang lebih damai dan berkeadilan.(*)














































Discussion about this post