Lebih dari sekadar santapan, setiap hidangan dalam jamuan tersebut dirancang sebagai narasi kuliner yang mencerminkan kekayaan alam Indonesia, warisan budaya yang mendalam, dan semangat inovasi yang terus tumbuh.
Keakraban semakin terasa ketika Ismy dan Putu tampil membawakan lagu-lagu daerah Indonesia dan Afrika Selatan, diiringi Deo Band dengan aransemen musik lembut yang mengiringi makan siang kenegaraan itu.
Suasana penuh kehangatan ini menjadi ruang ideal bagi kedua pemimpin untuk berdiskusi dengan lebih terbuka dan konstruktif.
Presiden Ramaphosa pun menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan jamuan tersebut.
“Kami berterima kasih atas diskusi konstruktif yang telah kami selenggarakan hari ini saat makan siang, perlu saya tambahkan, yang sungguh membuat diskusi menjadi jauh lebih mudah. Diskusi kami diiringi musik yang indah, oleh para musisi yang dapat menyanyikan lagu-lagu Afrika Selatan. Semua itu menciptakan suasana terbaik untuk kami dapat melakukan pembicaraan resmi. Kami berterima kasih atas diskusi konstruktif yang telah berlangsung,” ujar Presiden Ramaphosa.
Ungkapan tersebut menjadi penutup yang indah dari sebuah pertemuan diplomatik yang tak sekadar membicarakan kepentingan strategis, tetapi juga merayakan kehangatan antarmanusia melalui rasa, budaya, dan harmoni.(*)
















































Discussion about this post