“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah di Bandung tahun 1955, di mana rakyat Afrika Selatan diwakili oleh dua pemimpin besar negara kami, Moses Kotane dan Moulvi Cachalia,” ujar Ramaphosa.
Dalam pernyataannya, Ramaphosa menyambut baik peran baru Indonesia sebagai anggota BRICS, yang ia yakini akan memperluas ruang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan politik antarnegara berkembang.
“Kami sepakat tentang perlunya meningkatkan perdagangan antara kedua negara kita sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami berbicara tentang pentingnya membangun perekonomian yang lebih tangguh dan beragam antara kedua negara kita demi kepentingan rakyat di kedua negara, karena kita menghadapi tantangan geopolitik yang serupa,” tegas Ramaphosa.
Selain bidang ekonomi, Ramaphosa menyoroti pentingnya kolaborasi diplomatik dalam memperkuat sistem multilateral dan mendukung perdamaian dunia.
“Kami bertukar pandangan tentang upaya mengakhiri konflik di Gaza dan untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng yang mewujudkan aspirasi rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, yang harus menghasilkan solusi dua negara, sebuah negara Israel yang hidup berdampingan dengan negara Palestina,” katanya.
Menutup kunjungannya di Jakarta, Presiden Ramaphosa mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri KTT G20 di Johannesburg bulan depan, yang akan mengusung tema besar keberlanjutan, kesetaraan, dan solidaritas global.
“Kami menantikan untuk menjadi tuan rumah bagi Presiden Subianto pada KTT Pemimpin G20 di Johannesburg bulan depan dengan tema keberlanjutan, kesetaraan, dan solidaritas,” ujar Ramaphosa.(*)
















































Discussion about this post