Lagu kebangsaan kedua negara bergema di udara, diiringi 21 dentuman meriam salvo yang menggema di sekitar Istana Merdeka.
Setelah prosesi penghormatan bendera, kedua pemimpin melakukan inspeksi pasukan dan memperkenalkan delegasi masing-masing negara.
Dari pihak Indonesia, hadir sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Airlangga Hartarto, Prasetyo Hadi, Sugiono, Sjafrie Sjamsoeddin, Natalius Pigai, Budi Santoso, Andi Amran Sulaiman, Rosan Perkasa Roeslani, dan Teddy Indra Wijaya.
Usai perkenalan, kedua presiden berfoto bersama dan menandatangani buku tamu negara sebelum melanjutkan pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden.
Pertemuan dilanjutkan dengan sesi makan siang kerja (working lunch) di Ruang Oval Istana Merdeka yang dihadiri delegasi dari kedua negara.
Dalam suasana hangat penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan kekagumannya terhadap perjuangan Nelson Mandela yang menjadi simbol keberanian dan keteguhan hati rakyat Afrika Selatan.
“Kami mengikuti perjuangan Anda dan kami mengagumi kekuatan serta keteguhan Anda dalam memperjuangkan kebebasan dan demokrasi. Kami ingin mempererat hubungan ini, memperkuat kerja sama yang telah terjalin. Kita sama-sama merupakan negara besar dari dunia selatan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kerja sama strategis, terutama di forum global seperti BRICS, serta memperkuat kemitraan ekonomi dan pertahanan.
“Kami bergabung dalam BRICS, dan kami ingin melihat hubungan yang lebih erat di antara kita. Kami memandang Afrika Selatan sebagai mitra strategis di benua Afrika. Anda adalah seorang pemimpin besar di Afrika, dan kami percaya bahwa Afrika adalah masa depan, sebuah benua dan ekonomi yang tengah bangkit,” imbuh Presiden Prabowo.
















































Discussion about this post