“Dia katakan satu dolar yang dikucurkan untuk program MBG ini, return-nya, dampaknya itu, return-nya itu hitungan mereka antara lima kali, lima dolar sampai nanti di ujungnya 37 dolar. Anda bisa bayangkan. Lima kali menurut dia minimal dampak ekonominya,” kata Presiden dengan antusias.
Dalam bidang ketenagakerjaan, pemerintah juga mencatat kenaikan upah minimum provinsi sebesar 6,5 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah ini diiringi kebijakan baru yang berpihak pada pekerja sektor informal, termasuk 4 juta pengemudi ojek daring yang kini untuk pertama kalinya mendapatkan bonus Hari Raya.
“Sekarang kita sedang diskusi terus sama perusahaan-perusahaan terbesar, ojol untuk kita cari pelayanan terbaik untuk pengemudi ojol ini, kemudian efisiensi sehingga tidak terjadi suatu persaingan yang saling merugikan. Tapi kita ingin supaya lapangan kerja ojol ini, pengemudi ojol ini terjamin,” ujar Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa keadilan sosial bagi para pekerja informal menjadi bagian penting dari misi ekonomi nasional yang berkeadilan.
Sementara itu, sektor pariwisata nasional menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 12 persen hingga mencapai 14,8 juta kunjungan pada tahun 2025.
Capaian tersebut diperkuat dengan 33 hotel dan resor Indonesia yang kini berhasil meraih pengakuan bintang Michelin, menandai pengakuan internasional atas kualitas layanan pariwisata Tanah Air.
“Satu bintang minimal, ini sangat penting di bidang pariwisata. Berarti kelas kita adalah kelas teratas di dunia dengan penghargaan dari Michellin itu. Jumlah wisatawan kita satu tahun terakhir naik 12 persen menjadi 14,8 juta kunjungan. Saya kira ini perlu juga kita bangga,” ucap Presiden.

















































Discussion about this post