Ia menegaskan bahwa keberanian untuk mengubah sistem pendidikan dan memberi akses bagi mereka yang selama ini tertinggal adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.
“Kita harus berani mengubah, kita harus berani memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan,” lanjutnya.
Selain memperluas akses pendidikan dasar, pemerintah juga membangun 10 sekolah unggulan nasional “SMA Garuda” dengan standar international baccalaureate (IB) untuk mencetak generasi muda berprestasi yang dapat diterima di universitas top dunia.
“Sistem IB berarti lulusan itu bisa diterima di universitas mana pun di dunia yang terbaik. Kita berharap dengan program ini nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke sekolah terbaik di dunia. Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya,” ujar Presiden penuh semangat.
Di saat yang sama, pemerintah tengah melakukan renovasi terhadap 16.140 sekolah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas sarana belajar.
Transformasi pendidikan juga diperkuat melalui pengadaan perangkat interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP) di setiap sekolah agar proses belajar mengajar lebih menarik dan modern.
“Flat panel, IFP, interactive flat panel. Disitu sudah ada komputernya, yang di situ bisa muat ratusan ribu konten, mungkin jutaan. Jadi silabus, semua silabus kita akan ada di situ,” jelasnya.
Langkah besar berikutnya adalah pembangunan 7.000 sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, yang akan menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu kompleks pendidikan terpadu.



















































Discussion about this post