Program MBG yang menjadi salah satu ikon pemerintahan Prabowo ini kini telah membangun 12.508 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dari target nasional sebanyak 32 ribu unit, dengan fokus pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Presiden menekankan bahwa pelaksanaan program sebesar ini membutuhkan pengawasan ketat agar manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat.
“Saya tekankan Kepala BGN dan jajarannya untuk menghasilkan suatu prosedur tetap yang ketat, menggunakan alat-alat yang terbaik untuk kita jamin kekurangan atau penyimpangan tidak terjadi,” tegasnya.
Selain gizi, pemerintah juga memperluas akses layanan kesehatan gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diterapkan secara nasional. Hingga Oktober 2025, lebih dari 43 juta warga negara telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tahunan secara gratis pada hari ulang tahunnya.
“Setiap warga negara berhak cek kesehatan gratis sekali dalam setahun pada hari ulang tahun dia. Dan ini mampu kita untuk bisa mencegah di saat dini. Supaya nanti biaya pengobatan lebih kurang kalau kita tahu dari dini kekurangan penyakit rakyat kita,” ucap Presiden.
Tidak hanya fokus pada kesehatan dan kesejahteraan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi terbesar bangsa.
Dalam laporan kinerjanya di bidang pendidikan, Presiden menyampaikan bahwa dari 500 Sekolah Rakyat yang direncanakan, 166 sekolah telah beroperasi dan menampung lebih dari 15.900 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
“Ada yang bantu orang tuanya jadi pemulung, ada yang hidup di jalanan sekarang sudah bisa bersekolah di sekolah rakyat. Memang sekolah rakyat itu kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan,” jelas Presiden.



















































Discussion about this post